Sunday, March 10, 2013

Pendekatan implementasi Enterprise Resource Planning

Enterprise Resource Planning adalan perangkat lunak untuk manajemen bisnis yang membantu organisasi dalam menggunakan aplikasi sistem terintegrasi untuk mengatur bisnis. Dengan sifat ERP yang terintegrasi, memberikan ERP sebuah keistimewaan tersendiri karena mampu mengatasi banyak masalah di perusahaan, seperti : manajemen material, pengendalian mutu, pelayanan konsumen dan lain lain. Dengan menerapkan ERP akan memantu kemampuan dalam mengambil keputusan dengan parameter yang kuantitatif. pendektan implementasi ERP terdiri dari 3 jenis : 
The Big Bang
kelebihan : Hanya memerlukan sedikit interface antara sistem lama dan baru, efisiensi waktu dan hasil optimal.
kekurangan : implementasi yang komples

Step by step 
Kelebihan : tidak terlalu kompleks, perbaikan mudah
kekurangan : waktu implementasi yang lama, karena bertahap

Small Bang
Kelebihan : biaya relatif rendah , tidak terlalu kompleks
kekurangan : membutuhkan banyak kustomisasi, kurang efisien dari segi waktu

Knowledge Management


Manajemen Pengetahuan adalah pendekatan multi disiplin untuk meraih tujuan dari organisasi dengan mengoptimalkan penggunaan dari pengetahuan. Manajemen pengetahuan fokus terhadap proses memperoleh, membuat dan berbagi pengetahuan dan budaya serta teknis dasar yang mendukungnya. 
Objektif dari manajemen pengetahuan adalah untuk meningkatkan kolaborasi internal, untuk melihat bagaimana praktik yang paling baik, untuk mendukung e-learning, manajemen hubungan konsumen, meningkatkan kompetitif, meningkatkan transaksi bisnis proses dan meningkatkan manajemen rantai pasok. Proses dari manajemen pengetahuan : pengetahuan diperoleh melalui intranets, extranets, web dan lain. Lalu didokumentasikan dengan menggunakan basis data, selanjutnya didistribusikan melalui pendidikan, pelatihan dan jaringan. Terakhir di aplikasikan dengan menggunakan berbagai sistem mutakhir, seperti sistem pendukung keputusan.

sumber : www.unc.edu

Adopsi Sistem Informasi Lintas Budaya dalam Perusahaan Multinasional

Soal budaya di dunia ini kerap kali terbagi menjadi 2 yaitu budaya barat dan budaya non-barat. Sistem informasi yang menggunakan teknologi mutakhir kerap kali dianggap sebagai budaya barat yang sulit diimplementasikan di negara dengan budaya non-barat. Hal ini dikarenakan sistem informasi banyak dianggap menghilangkan nilai-nilai interaksi yang menurut budaya non barat itu adalah hal yang sangat penting, seperti tatap muka langsung, bersalaman serta mengurangi penggunaan bahasa negara tersebut, karena sistem informasi senantiasa menggunakan bahasa internasional. sehingga dianggap mengurangi nilai nilai norma, penurunan idealisasi dan rasionalitas budaya. Untuk menanggulangi nya, bisa dilakukan dengan menanamkan sistem informasi secara bertahap, sebagai contoh, untuk pekerja di bagian penjualan pertama menggunakan komputer sebagai basis data, lalu menggunakan internet untuk pemasarannya, dilanjutkan dengan berinteraksi dengan pelanggan melalui chatting dan melakukan transaksi dengan sistem online.

Distributed Decision Support System

Berikut ini merupakan gambar sistem pendukung keputusan terdistribusi berdasarkan Turban (1995)

Karakterisitik utama dari sistem pendukung keputusan terdistribusi ini adalah :
1. Komputer tersebar di satu organisasi atau beberapa organisasi.
2. Komputer dihubungkan melalui sistem data komunikasi.
3. Semua database umum disebar ke semua, tetapi ada beberapa tambahan yang hanya 
    disebar ke orang-  orang tertentu. 
4. Semua komputer terkoordinasi sentral dengan manajemen perencanaan sumber daya 
    informasi.
5. Operasi input dan output dilaksanakan melalui beberapa departemen.


keuntungan utama dari sistem tersentralisasi  adalah kesederhanaan, dimana ini adalah faktor utama dalam pembuatan DSS ( waktu pembuatan yang singkat dan menajemen yang lebih baik). Meskipun begitu, kerugian utama dari sistem terintegrasi adalah semua harus berada di satu tempat. melihat kerugiannya, maka dibangunlah sistem desentralisasi, desentralisasi lebih toleransi terhadap kesalahan dan lokasinya lebih fleksibel ( bisa dimanapun), namun sistem ini sulit diimplementasikan karena lebih mutakhir sehingga lebih rumit. Melihat kedua hal tersebut, dibangunlah sistem hybrid yang merupakan gabungan dari keduanya, mutakhir tetapi mudah diimplementasikan. 




Sumber : A New Vision for Distributed Decision Support System, Gachet, Alexander. 2002